"Jujurlah padaku Neo , aku tau kau punya perasaan dengannya", desak Intan yang tengah berhadapan dengan pria yang dicintainya selama 4 tahun ini di sebuah Ice cream shop. "Itu hanya masa lalu Tan , kau tidak perlu mengungkitnya" jawab Neo dengan suara serak . Perdebatan yang berulang kali membuat hubungan mereka memanas dan sekarang terulang lagi , untungnya di ice cream shop itu sedang tidak ramai pengunjung karena hujan tak kunjung reda hanya ada Neo ,Intan dan seorang Wanita berhijab yang duduk di belakang bangku dua sejoli itu.
"Nah kan kau selalu menghindar jika aku bertanya tentang..." belum sempat Intan menyelesaikan kalimatnya Neo memotong perkataannya "Cukup Tan jangan sebut namanya dihadapanku" . " Sekarang makin terlihat bahwa kau masih punya rasa dengan wanita itu", Kata Intan dengan dingin . "Baiklah jika kau ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi antara aku dan dia , dan apa yang kurasakan padanya , kau yakin ingin mendengar kejujuranku ?" Tanya Neo . "Iya aku sangat yakin ingin mendengarnya , walopun aku tahu pasti akan menyakitkan setidaknya hal ini tidak akan menjadi masalah besar lagi bagi hubungan kita", jawab Intan dengan penuh sinar mata keyakinan .
"Aku mencintainya Tan , tapi entahlah dengannya aku tidak tahu , dan alasan kenapa aku tidak ingin mengungkitnya karena setiap mendengar namanya ataupun melihatnya rasa sakit ini selalu meradang . Inilah yang sebenarnya Tan aku harap ini cukup untuk memuaskan rasa ingin tahumu", terang Neo dengan pandangan sendu. Mendengar jawaban Neo wanita berhijab yang duduk di belakang Neo tanpa sadar menitikkan air mata , tangannya gemetar hampir membuat kemon tea yang dipesannya terjun bebas ke lantai kalo dia tidak segera menguasai dirinya.
"Sekarang aku paham dan mengerti , maaf kalo selama ini aku selalu membuatmu terbayang-bayang dan merasakan sakit yang mendera tiap kali aku menyinggung namanya", Intan menatap pria yang dicintainya dengan senyum dan tatapan yang tulus . " Terima kasih tan kau mau memahamiku", Neo membalas tatapan Intan dengan seulas senyum. "Tapi dia berhak tau Neo tentang apa yang kau rasakan" kata Intan . "Iya Neo , Intan benar aku berhak tau tentang itu semua" kata Wanita berhijab yang sedari tadi mencuri dengar apa yang mereka bicarakan . "Nada....!" tanpa sadar Neo mengucap sebuah nama yang selama ini sangat dihindarinya , Neo tidak percaya dengan pandangannya kalo Nada wanita yang dulu dan masih sangat dicintainya sampai detik ini berdiri nyata dihadapannya dengan penampilan yang sangat berbeda dari 2 tahun yang lalu . Nada telah berubah yang dulunya tidak berhijab dan berpakaian ala remaja biasa sekarang menjelma menjadi wanita muslimah yang memakai gamis biru berpadan dengan jilbab warna senada. Wajah Nada lebih meneduhkan dengan tampilan barunya dan itu membuat rasa yang dulu tak terjamah kini muncul dengan tumpah ruah.
"Aku akan pergi dulu Neo , aku harap kau bisa menyelesaikannya sekarang", ujar Intan tersenyum dan berlalu dari mereka berdua.
"Maafkan aku Neo , aku tau maaf saja takkan cukup untuk mengobati rasa sakitmu, aku tak tau begitu menderitanya kau selama ini dengan semua tingkahku"
Neo diam dan mengalihkan pandangannya ke luar jendela.
"sepertinya kehadiranku sangat menyiksamu sebaiknya aku pergi", Nada berdiri dari kursinya , namun saat melewati Neo tangan Neo menahan lengan Nada mencegahnya untuk pergi .
"Maaf ....!"
Nada pun duduk di samping Neo.
"maaf untuk apa Neo ? "
"aku lelah berpura-pura Nad , berpura-pura tidak melihatmu , tidak mendengar namamu dan menepis segala rasaku yang semuanya tertuju untukmu"
"tapi kenapa kau diamkan aku ? kau mengacuhkan aku ? kau pergi begitu saja tanpa sebab yang aku tahu , aku bukan pembaca pikiran Neo yang tau apa yang kau pikirkan"
"Rasanya sakit saat melihatmu nad , sakit karena aku tak bisa mengatakan apa yang ingin aku katakan sakit melihatmu begitu akrab dengan teman-teman pria dan aku memilih untuk menjauh dan menghindar darimu"
"Dan menurutmu aku baik-baik saja setelah kau pergi tiba-tiba? kau salah besar Neo aku tidak pernah baik- baik saja . kau menghukumku dengan sangat berat , kau tak tau semenjak kau diamkanku , aku berpikir keras salah apa sebenarnya aku padamu sehingga kau begini , tiap malam aku menangisimu , aku tak tau apa yang salah denganku"
"Maafkan aku , aku tak tau kau begitu menderita karena aku , aku kira kau akan bahagia jika aku menghilang dari hidupmu"
"Sebenarnya karna apa kau menjauhiku ?"
"Aku tidak tahan melihatmu akrab dengan pria lain ,aku pikir aku spesial untukmu tapi ternyata kaupun akrab dengan yang lain"
" Yang terlihat bukan berarti sebuah kebenaran Neo , kalo kau tidak istimewa untuk apa aku berusaha memperbaiki hubungan kiya yang sama sekali tidak kau tahu kalo aku berusaha memperbaikinya dan akupun berhenti karna aku lelah terus berusaha mencari jawaban atas semua sikapmu"
"Ahhh... Sialll ternyata pemikiranku begitu sempit", Neo tidak dapat menyembunyikan penyesalannya.
"dan disini kita bertemu kembali , aku ingin minta maaf "
"kau tidak perlu minta maaf , aku yang harus minta maaf padamu"
"aku memaafkanmu Neo jauh sebelum kau memintanya , dan aku ingin mendengar kau menerima maafku"
"aku memaafkanmu Nad , sungguh aku telah menyiksamu dengan kejam" mata Neo berkaca-kaca dia tidak menyangka ternyata selama ini dia sangat menyakiti wanita sangat dicintainya,.
"Sudahlah Neo yang penting semua sudah diluruskan"
"Dengarkan aku Nad , lihat aku" Pandangan Neo lurus menatap mata Nada , Nada pun menatap Neo.
"Aku Mikaneo Syargi tulus mencintaimu Melodi Alunada dengan segenap hatiku semenjak kuliah dan 2 tahun walopun kita tidak bertemu aku masih sangat mencintaimu hingga detik ini , aku tau aku bodoh dan terlambat mengakui ini semua tapi aku ingin kau tahu aku bersungguh mencintaimu"
Tangis Nada pun tak terbendung lagi hatinya berkecamuk antara lega , kecewa , bahagia dan sakit
"Mikaneo Syargi itulah kalimat yang sangat aku tunggu yang terucap darimu"
"Benarkah ? lalu apa yang kau rasakan terhadapku ?"
"aku lega , kecewa , bahagia dan sakit . Lega karena ternyata impianku untuk mendengar kalimat itu darimu sudah terwujud , bahagia karena aku juga merasakan perasaan yang sama denganmu , kecewa karna kau terlambat mengungkapkan itu dan sakit karena aku tak bisa membalas perasaanmu",
Air mata beruarai dari mata indah Nada semakin deras. Neopun memandang wanita yang dicintainya dengan perasaan berkecamuk pandangannya terhenti pada jari kiri manis Nada yang dilingkari cincin emas putih yang indah. Remuk redam hati Neo sekarang dia tahu sudah tak ada kesempatan sama sekali untuk hidup bersama Nada , kecerobohannya memandang situasi tanpa mencari tahu lebih dalam mengantarkannya untuk melepaskan Nada dengan pria lain.
"Tapi aku tetap ingin mendengarnya Nad , aku tau kau sudah bertemu seorang yang tepat untuk menjadi pendampingmu"
Dengan menahan tangis dan rasa yang menyesakkan "Aku Melodi Alunada mencintai Mikaneo Syargi"
Neo pun menitikkan air mata , dia tidak bisa membendung hatinya yang remuk redam . Mereka berdua pun terdiam . Nada mulai mengumpulkan segenap tenaga untuk melanjutka pembicaraan.
"Aku akan menikah 2 minggu lagi , aku harap kau bisa datang dan memberiku doa restu"
"siapa dia ?"
" Danas Luckio , beda 3 tingkat dengan kita"
"Semoga kau bahagia ........"
"iya terima kasih , aku juga berdoa kau dan Intan juga akan segera menyusul ku dan Lucky ke pelaminan"
"Setelah aku berhasil menghapus bayangmu aku akan segera melamar Intan"
"Aku harap kau bisa melakukannya dengan cepat "
"Lalu kenapa kau menemuiku ? padahal kebenaran apapun takkan merubah keputusanmu untuk menikah dengan Lucky ?"
"Karena aku tak ingin kita terbelenggu masa lalu dan aku ingin kita bisa merasakan kebahagiaan seutuhnya dengan orang yang kita pilih "
"Terima kasih Nada , sebuah anugerah bisa bertemu denganmu , seudah malam sebaiknya kau pulang"
"Iya calon suamiku sudah menunggu d luar . Aku yakin kita akan bahagia walopun tidak bersama kita akan mendapat kebahagiaan dengan cara yang berbeda"
Seulas senyum dari Nada mengakhiri pertemuan mereka malam itu . Akhirnya terjemah sudah kisah yang selama ini tidak terasah. Tak ada lagi pertanyaan dari masa lalu yang menghalangi mereka menatap dan melangkah menuju masa depan . Kebahagiaan memang tidak selalu datang dengan cara seperti yang kita mau tapi tetap saja rasa bahagianya tetaplah sama.
:)
-----------------------------------------------HN-----------------------------------------------------------
Friday, 25 October 2013
Saturday, 12 October 2013
Lucky
Lagi...
Anugerah itu datang menghampiri,,
iyaa , bisa melihadmu nyata didepanku adalah kebahagiaan tak bertepi..
Aku masih menunggumu ,,,
seperti bukit yang selalu berada di tempat sama berharap awan yang sama datang menghampiri...
tak sekedar menghampiri bukit berharap awan itu mau menaunginya selalu...
Entah karena apa aku ingin menunggu...
akupun tidak begitu tahu,,,
Namun aku yakin aku menunggumu untuk berbagi,.,
Berbagi dunia , impian , rahasia , suka dan duka kita...
Menyerah untuk melepas impian benar.benar tak mudah bagiku..
Sudah berulang kali aku mencoba melakukannya...
Tangan takdir yang selalu menarikku untuk bertahan...
Bertahan dengan berbagai harapan,,,
Harapan untuk bisa mendampingimu...
Menjadi bagian hidupmu ...
Aku memintamu padaNYA dalam tiap sujud malamku...
Hanya itu yg bisa aku lakukan untuk menggapai hatimu...
Aku pasrah...
Biar tanganNYA yang akan menuntunmu untuk menemukanku...
Sampai saat itu tiba , aku akan tetap disini
Di tempat ini dan dengan doa yang sama...
:)
Anugerah itu datang menghampiri,,
iyaa , bisa melihadmu nyata didepanku adalah kebahagiaan tak bertepi..
Aku masih menunggumu ,,,
seperti bukit yang selalu berada di tempat sama berharap awan yang sama datang menghampiri...
tak sekedar menghampiri bukit berharap awan itu mau menaunginya selalu...
Entah karena apa aku ingin menunggu...
akupun tidak begitu tahu,,,
Namun aku yakin aku menunggumu untuk berbagi,.,
Berbagi dunia , impian , rahasia , suka dan duka kita...
Menyerah untuk melepas impian benar.benar tak mudah bagiku..
Sudah berulang kali aku mencoba melakukannya...
Tangan takdir yang selalu menarikku untuk bertahan...
Bertahan dengan berbagai harapan,,,
Harapan untuk bisa mendampingimu...
Menjadi bagian hidupmu ...
Aku memintamu padaNYA dalam tiap sujud malamku...
Hanya itu yg bisa aku lakukan untuk menggapai hatimu...
Aku pasrah...
Biar tanganNYA yang akan menuntunmu untuk menemukanku...
Sampai saat itu tiba , aku akan tetap disini
Di tempat ini dan dengan doa yang sama...
:)
Subscribe to:
Posts (Atom)