Sunday, 26 January 2014

♡ for you

kebahagiaan begitu manis kala kau mencintai orang yg mencintaimu
tapi , mungkinkah ?
keraguan begitu besar saat kau mengatakan inginkanku
sungguh , bagiku kau adalah orang yang teramat asing dalam hidupku
tapi entah kenapa aku tak tahu jawabannya sehingga aku menerimamu
hatiku begitu percaya bahwa kaulah orangnya 
kaupun mampu meruntuhkan tembok keraguanku
dengan memberi bukti , meyakinkan aku akan kesungguhanmu
aku tak ingin mencintaimu dengan tergesa 
aku ingin mencintaimu dengan perlahan agar cinta itu bisa bertahan 
sampai kita dipertemukan di keabadian
cintamu bisa menyentuh nuraniku
berilah aku sedikit waktu untuk mencintaimu dengan cara yang sempurna
menjadikan hubungan kita bermakna dan bisa membawanya ke pertalian suci itu
bahagiaku begitu merona 
saat aku tahu kini aku tak perlu berjuang seorang diri
ada kau disampingku 
aku sadar kita dikelilingi banyak jurang perbedaan
sehingga banyak celah untuk kesalah pahaman
namun ketahuilah aku tak pernah main-main dengan hubungan kita
aku sudah terpilih untuk memilihmu 
aku tak ingin menyiakan anugerah sepertimu y telah diberikanNya untukku
aku akan selalu berjuang untuk "KITA"
dan aku berharap kau begitu... :)  

the last cloud

Tak ada kabar darinya (lagi)
entah kenapa aku seperti kehilangan separuh dayaku
bila sehari saja aku tak mendapat kabarnya
terkesan berlebihan tapi itulah nyatanya
semua yang terkait denganmu adalah tidak pernah menjadi hal yang biasa bagiku
aku tau aku tak memliki arti dalam hatimu
tapi apakah kau tahu ?
kau sangat berarti , kau sudah menjadi bagian hidupku
banyak hal yang tidak ku ketahui tentangmu begitu juga sebaliknya
kau tidak pernah tahu , bagaimana aku selalu memaksa bersikap wajar tiap kali menatapmu
padahal kau tahu , begitu keras dentaman jantungku tiap aku melihatmu
kau juga tak pernah tau betapa kerasnya aku menolak
menolak merindukanmu , menolak mencintaimu , menolak menunggumu , menolak tak melihatmu 
tapi tetap saja aku kembali kepada kata 'tak bisa'
aku tak bisa melakukan semua itu 
kau ibarat bintang dilangit dan aku hanya anak kecil yg menyaksikanmu dijendela
benakku penuh tanya tentangmu 
namun kau tak mendengar semua tanyaku 
atau mungkin lebih tepatnya kau tidak pernah tahu
bertubi-tubi aku slalu berusaha menggapaimu dengan tangan kecilku
apalah daya tangan kecilku sekeras apapun takkan bisa menyentuhmu
namun aku dengan tubuhku kecilku tak pernah lelah  berusaha 
akhirnya semesta luluh melihat mata kecilku mengurai air mata
dan memberi tahu ku bahwa kau dan aku punya tempat berbeda,
kau dan aku diciptakan untuk hal yg berbeda
benar-benar berbeda sampai hanya ada 1 kesamaan 
kita sama-sama punya mimpi...
aku bermimpi menggapaimu, memilikimu
sedangkan kau bermimpi menjadi satu-satunya bintang untuknya
hatiku meronta , bulir-bulir air mata tumpah tak tercegah
si anak kecil hanya ingin menggapai bintangnya , apa itu salah ?
dan waktulah yang menjawab pertanyaan itu
tak ada kata salah kala hati sudah menentukan arah
hanya saja tiap hati harus mampu menerima
menerima apapun yang sudah digariskan takdir pada semestanya
bagaimana aku bisa menerima semua yang tidak aku inginkan ? (hati kecilku bertanya)
pencipta takdir tahu yang terbaik bagimu , dya lebih tahu kau daripada nuranimu sendiri
dan tak semua yang kau inginkan adalah yang kau butuhkan 
dan semua yang terjadi dibawah hamparan langit adalah keadilanNya
seperti kala dunia menggurat sebuah hati dan menjadikannya luka
maka akan slalu ada penawar yg menyembuhkan 
yang perlu kau lakukan saat takdir menusukmu dengan pedang kenyataan yg tak kau inginkan
"Ikhlas lahh" dengan begitu penawarmu akan datang dengan cepat ...
kepala kecilku pun mengangguk tanda mengerti
sehingga aku tahu walaupun kau bukan untukku
 setidaknya sang pengenggam hati pernah menitipkan sebersit perasaan indah yang tertuju padamu
:)


"impian"

Impian itu seperti udara
tak nampak namun penuh sesak memenuhi relung hati dan pikiran
Karena impian itulah kau tak pernah bosan untuk hidup
tak pernah lelah kala dunia terkadang menjatuhkankanmu
Impian ada karena kau ada 
begitu pula sebaliknya 
kau bukan siapa-siapa tanpa impian2mu
hanya seonggok daging yang punya otak dan nama
tanpa impian kau tak punya tujuan 
dan tanpa tujuan kau hanya jasad tanpa jiwa 
kau mendapatkan impianmu kala kau tahu...
bahwa kau ingin mereka bahagia
mereka yang kau sayang dan bisa membuat hidupmu bermakna 
mereka yang membuatmu tak ingin beranjak menjauh
mereka yang bisa buatmu rela melakukan apa saja demi seulas senyum menghiasi wajah mereka
mereka yang selalu kau ucap namanya kala kau lantunkan sehelai doa disepertiga malam
Impian adalah jembatan antara kenyataan dan harapan 
sebab itu tiap orang pasti punya impian untuk 'mereka'