Sunday, 24 May 2015

#Seandainya

jikalau seandainya bisa menjadi nyata apa yang kau minta ?
apakah, yang ke 1 bagaimana seandainya waktu berputar kembali  ? begitukah ?
Lantas apa yang yang kau lakukan jika kau sudah "kembali" ke masa itu ?
apakah kau akan lebih bahagia jika kau bisa merubah semua ?
yang ke 2 Bagaimana seandainya aku yang jadi dia ?
Lalu setelah kau menjelma menjadi dia, apakah kau sanggup memikul semua bebannya ?
apakah kau benar-benar mampu hidup dengan kenyataan bahwa tiap orang didekatmu
mencintaimu sebab kau adalah dia dan bukan dirimu sendiri ?
yakinlah itu lebih menyakitkan daripada sekedar patah hati dan ditinggal pergi..
Ahh... jangan terlalu terlena dengan Seandainya...
tapi percayalah yang terjadi saat ini adalah hadiah terbaik dariNya..
seberapapun kau banyak menyebutnya, seandainya adalah seandainya..
tak akan bisa  membuat yang mati, hidup kembali...
yang tua menjadi muda....
yang menangis duka menjelma tawa bahagia...
tidak, semua itu tak akan terjadi jika kau hanya pandai tuk berandai-andai...
lepaskan dirimu dari belenggu 'seandainya'....
ia  hanya fatamorgana, ilusi dari mimpimu yang kehilangan asa...
membuai dan melambai pada hatimu yg mengalir darah berdarai...
memenuhi rongga hati dan pikiranmu yg berlubang dan gersang...
jangan biarkan ia merajaimu...
Hidup bergantung pada mimpi, harapan dan usaha serta doa mu sendiri...
apapun yang tertulis untukmu ia akan menjadi milikmu....
tetap bertahan dan jangan lupa bahagia.... :)

Sunday, 10 May 2015

Tanya

untuk sejenak sebuah perenungan menciptakan pertanyaan
apakah sebenarnya cinta itu  ?
tiap orang mempunyai penafsiran masing-masing 
cinta tak pernah terlepas dari luka dan airmata
dipenuhi rongga kenangan dan manisnya sebuah janji
terkadang juga merasakan pahit dan bahagia dalam waktu bersamaan
seperti kau mencintai seseorang yang mencintai  orang lain
atau kau memendam cintamu padanya
segenap rasa menyesaki tiap rongga hatimu kala bersitatap dengannya
dia begitu dekat , dia berada tepat dihadapanmu
namun di waktu yang sama dia jauh tak terengkuh
dia telah terbang bersama cintanya di awang-awang
kau tahu cintanya bukan untukmu
kau tau bahkan sekalipun dia tak pernah mengharapkan 
'tuk hidup bersamamu
kenyataan memberikan bukti nyata yg sangat jelas
tapi....
kau masih tetap mencintainya
kau masih merangkai mimpi untuk bersamanya
kau masih merindukannya
kau masih menyebut namanya dalam doa
kau masih mengurai air mata untuknya
kau masih memendam luka dengan seulas senyum
kau masih mengharapkan ia bahagia
kau masih menggenggam erat kenangan bersamanya
kau masih meyakini semua janjinya 
APA YANG KAU HARAPKAN ?
ah iyaa... kau mengharapkan sebuah keajaiban
keajaiban yang bisa merubah segalanya
mengharapkan dia berbalik dan berjalan kearahmu...

Wednesday, 6 May 2015

Penantian

penantian adalah puisi yang ditulis dengan harapan yang terangkai indah didalamnya
tak ada yang salah dalam penantian
asalkan itu tulus dan kau mau memperjuangkan
penantian tak berguna jika kau hanya merangkainya dengan berbagai prasangka
dan menuduh takdirlah sebagai tersangka utama
jikalau penantianmu tak berujung bahagia dan tawa...
takdir hanya melaksanakan tugasnya 
dan kau adalah penentu utama bagaimana menerimanya 
penantian layaknya semacam selimut berkabut yang begitu mengaburkan rasa
detik berputar menghembuskan keraguan yang perlahan mematahkan keyakinan akan penantian
.....mengapa harus menanti ?
......mengapa semakin lama penantian, rasa ini semakin memudar ?
pertanyaan yang seringkali mengembara di pelupuk asa saat jenuh sudah menyesaki hati
kebenaran akan jawaban terkadang bisa kau baca melalui pertanyaan yang kau ucap
dan itu sederhana saja menjadikan penantian menjadi moment membahagiakan 
pastikan saja hati dan perasaanmu cukup sejati  untuk menantinya
jikalau itu sejati sejauh apapun pergi dia akan kembali 
dan dalam menanti kau tak akan risau walau sesenti
bukankah tujuan akhir dari setiap orang bahkan seorang petualang adalah pulang kembali ke rumah?
begitu pula sungai , berliku-liku namun bermuara pada satu samudera biru :)