tau kah kau, bahwa doa adalah jembatan keajaiban untuk menjelma menjadi sebuah kenyataan ?...
kemarin, keajaiban itu menghampiri hati yg sedang dilanda rindu, disiksa rasa...
dalam setiap senyap aku menyebutmu dalam doa-doa yg akan mengubah semua harap menjadi sececap nyata yang manis pada esok kelak, melukismu dalam tatap dan menyimpan senyummu dalam kalbu...
ya Robb, hari itu aku bertemu dengannya atas ijinMu...
betapa hati ini begitu terpenuhi oleh kalimat syukur padaMu ya Robb...
hari itu adalah hari yang sangat mengagumkan....
Terima kasih ya Robb untuk setiap detik kesempatan menatapnya...
kesempatan melihat senyumnya yg selalu aku dengungkan dalam sujudku...
kesempatan berada disampingnya...
ya Robb sungguhlah Kau Maha Mengetahui yang terbaik untuk hambaMu ini...
hati ini begitu dipenuhi dengan rona rasa yang begitu penuh ceria bahagia...
benar-benar sebuah moment yang sangat berarti dan bermakna...
bertemu dengannya tak pernah menjadi moment yang biasa, bagiku itu adalah sebuah anugerah...
Alhamdulilah...
tak mengapa walau hanya sekejap itu bisa menjadikan hati lebih siap berjuang untuk bersamanya...
dengung doa untuk bersamanya akan tetap dilantunkan untukmu...
hati benar - benar tak bisa menyembunyikan rona -rona kerinduan...
sebab ia tau hati mana yang ingin ia tuju...
betapa mataku dipenuhi binaran rasa yg tiumpah ruah...
gemuruh jantung layaknya deburan ombak...
begitu istimewanya rasa itu ya Robb.. :)
Monday, 14 September 2015
Friday, 4 September 2015
a piece of dust
bila mengingat pepatah banyak kata untuk hati yang sedang patah....
lalu bagaimana dengan hati yang sedang lelah ?
lelah dengan semua rasa yang menggelayut mesra atas nama cinta
tentang sebuah kerinduan kepada pangkuan belahan jiwa
harapan semu berbalut ragu yang menggurat sebait ngilu
menumbuhkan pertanyaan membuahkah keraguan
menyihir logika membungkam mata menyulap lara menjadi panorama bahagia
mengubah kehangatan menjadi sebuah kekalutan
menancap senyap mengahdirkan kehampaan
hingga membuat remuk redam mendendang dendam
menggores luka pertanda hati lara
ia sedang lelah...
jangan datang dan pergi sesukamu
menunggu bukan perihal sederhana dan membunuh waktu belaka
selalu ada ribuan jarum menusuk kalbu kala menunggu sesuatu yg ragu
tak tahukah kau bahwa hati tertindas lemas
menghantar panas hingga terlontar butir-butir air yg dipenuhi rasa getir
ia sedang lelah...
tapi ia tak pernah menyerah untuk selalu menunggumu
menutup semua luka dengan senyum bahagia
menata mimpi penuh cinta dengan kebersamaan penuh makna
walau kenyataan seringkali mengoyak dan meleburkannya
tetap saja ia berdiri disini ditempat yang sama dan untuk sebuah nama...
lalu bagaimana dengan hati yang sedang lelah ?
lelah dengan semua rasa yang menggelayut mesra atas nama cinta
tentang sebuah kerinduan kepada pangkuan belahan jiwa
harapan semu berbalut ragu yang menggurat sebait ngilu
menumbuhkan pertanyaan membuahkah keraguan
menyihir logika membungkam mata menyulap lara menjadi panorama bahagia
mengubah kehangatan menjadi sebuah kekalutan
menancap senyap mengahdirkan kehampaan
hingga membuat remuk redam mendendang dendam
menggores luka pertanda hati lara
ia sedang lelah...
jangan datang dan pergi sesukamu
menunggu bukan perihal sederhana dan membunuh waktu belaka
selalu ada ribuan jarum menusuk kalbu kala menunggu sesuatu yg ragu
tak tahukah kau bahwa hati tertindas lemas
menghantar panas hingga terlontar butir-butir air yg dipenuhi rasa getir
ia sedang lelah...
tapi ia tak pernah menyerah untuk selalu menunggumu
menutup semua luka dengan senyum bahagia
menata mimpi penuh cinta dengan kebersamaan penuh makna
walau kenyataan seringkali mengoyak dan meleburkannya
tetap saja ia berdiri disini ditempat yang sama dan untuk sebuah nama...
Subscribe to:
Posts (Atom)
