Wednesday, 30 December 2015

keep being you ^^

mencintai dalam diam, berharap dalam senyap...
tahukah kau seringkali sepi menikam hati yg senantiasa merajut asa mendekap doa,
agar kau selalu bahagia...
tak ada kias untuk mimpi yang terlanjur bergulir
meretas batas hingga hati terbawa pada samudera luas..
untukmu tempat berlabuh ...
walau hati mengaduh gaduh, menahan gemuruh rindu yang tak menentu...
ia hanya akan mencinta, memupuk rasa yang sama
untuk sebuah nama yg abadi tertulis dalam jiwa...
hanya semesta yang tau akhirnya...
setidaknya binar mata memancarkan cinta itu untukmu...
hempaskan segala keraguan
rasa ini akan menerima tiap kelebihan dan kelemahan...
percayalah, semua tindakan dan penantian adalah wujud lain dari pembuktian rasa..
awaN...
berikanlah setitik jawaban tentang apa yg kau rasakan...
apapun jawabannya,
Tetaplah disana, kebahagiaanmu adalah kelegaan bagiku...
--my cloud--
 

special for my lovely cloud (a.n.l.a.s)


Saturday, 14 November 2015

doubt



Kepada lembaran malam yang kelam
Aku masih tenggelam dalam kenangan dan harapan yg sesuram temaram malam
Genangan tepian harapan hanya bisa menjejejali hati dengan imaji penuh duri
Mencoba mengikuti intuisi, mendapati itu tak bolek termiliki
Meraung hancur, tersedak budak fatamorgana
Merantai, membantai hingga lunglai
Dengan apa lagi harus bertahan ?
Meretas batas terikat takdr, tak bisa menyingkir
Mencopa lepas namun ikatan seperti tak kan putus
Apa lagi yang kau inginkan ?
Semua sudah ku berikan, harapan impian kebahagiaanku bertumpu menjad satu yaitu kamu....
Biarkan asa berlari mengejar takdir semesta yang masih misteri
Walau tak bisa dipungikiri, setidaknya beri aku ruang untuk mengambil secuil senyum itu...
Untuk sejenak dan sesaat biarkan aku mengumbar semua kata yang bahkan hanya Tuhan dan aku saja yang mampu menerjemahkannya
Kenapa kau selalu memintaku untuk menunggu ?
Sebegitu banyak pilihankah hingga aku menjadi yang terakhir
Menjadi sebuah cadangan , pemain figuran pada hidupmu
Sebegitu tak punya makna kah aku bagimu ?
Aku selalu berusaha berlari mengiringi tiap jejak kakimu melangkah
Tak peduli bila kaki dan hati sama-sama bersimbah darah
Mennunggu, terbelenggu hanya menikmati keindahan dari sebuah sisi samar kehidupan
Menyimpan rapat semua luka yang menggurat
Menghias pias wajah dengan senyum manis agar kelak tak menjadi bebanmu dengan segala kegundahan dan kesedihan ini...
Entahlah...
Jangan mencoba memberi harapan kalau tak bisa memberikan kesungguhan untuk berjuang...
Biarkan aku pergi...

Saturday, 10 October 2015

semu



Sajak kesepian tentang penantian diujung jalan
Yang terhampar hanyalah kehampaan
Terhimpit harapan kosong yang membuai sanubari
Tetap disini, menanti...
Walaupun tersakiti saat kau telah pergi dengan ia yang kau cintai...
Hanya bisa terpaku dan hati membisu beku....
Taukah kau ?
Dalam lara tak sesenti pun ingin beranjak...
Merangkai harap maya, yg ada hanyalah fatamorgana...
Kau sudah bahagia....
Bahkan dalam ketidakmampuan ku untuk berharap, aku masih belum beranjak ...
Menunggu keajaiban semu yang tak akan pernah datang...
Kau terlalu bahagia hingga tak bisa melihat aku terkepung duka lara karna rasa...
Maaf, aku beruarai  air mata saat kau bahagia...
Sungguh, ini sangat menyayat dan berharap jika ini tak kan pernah kau rasakan...
Kau adalah harapan yang selalu aku tempuh dalam tiap langkah...
Semoga kau bahagia, harus tetap bahagia...
Apapun skenario semesta kau harus bahagia...
Maaf, aku tak bisa mengiringi bahagiamu...
Sebab kau tak inginkanku dan aku tak akan sanggup...
Sampai jumpa bahagiaku, jangan lupa bahagia ya...

Monday, 14 September 2015

pertemuan itu... :)

tau kah kau, bahwa doa adalah jembatan keajaiban untuk menjelma menjadi sebuah kenyataan ?...
kemarin, keajaiban itu menghampiri hati yg sedang dilanda rindu, disiksa rasa...
dalam setiap senyap aku menyebutmu dalam doa-doa yg akan mengubah semua harap menjadi sececap nyata yang manis pada esok kelak, melukismu dalam tatap dan menyimpan senyummu dalam kalbu...
ya Robb, hari itu aku bertemu dengannya atas ijinMu...
betapa hati ini begitu terpenuhi oleh kalimat syukur padaMu ya Robb...
hari itu adalah hari yang sangat mengagumkan....
Terima kasih ya Robb untuk setiap detik kesempatan menatapnya...
kesempatan melihat senyumnya yg selalu aku dengungkan dalam sujudku...
kesempatan berada disampingnya...
ya Robb sungguhlah Kau Maha Mengetahui yang terbaik untuk hambaMu ini...
hati ini begitu dipenuhi dengan rona rasa yang begitu penuh ceria bahagia...
benar-benar sebuah moment yang sangat berarti dan bermakna...
bertemu dengannya tak pernah menjadi moment yang biasa, bagiku itu adalah sebuah anugerah...
Alhamdulilah...
tak mengapa walau hanya sekejap itu bisa menjadikan hati lebih siap berjuang untuk bersamanya...
dengung doa untuk bersamanya akan tetap dilantunkan untukmu...
hati benar - benar tak bisa menyembunyikan rona -rona kerinduan...
sebab ia tau hati mana yang ingin ia tuju...
betapa mataku dipenuhi binaran rasa yg tiumpah ruah...
gemuruh jantung layaknya deburan ombak...
begitu istimewanya rasa itu ya Robb.. :)

Friday, 4 September 2015

a piece of dust

bila mengingat pepatah banyak kata untuk hati yang sedang patah....
lalu bagaimana dengan hati yang sedang lelah  ?
lelah dengan semua rasa yang menggelayut mesra atas nama cinta
tentang sebuah kerinduan kepada pangkuan belahan jiwa
harapan semu berbalut ragu yang menggurat sebait ngilu
menumbuhkan pertanyaan membuahkah keraguan
menyihir logika membungkam mata menyulap lara menjadi panorama bahagia
mengubah kehangatan menjadi sebuah kekalutan
menancap senyap mengahdirkan kehampaan
hingga membuat remuk redam mendendang dendam
menggores luka pertanda hati lara
ia sedang lelah...
jangan datang dan pergi sesukamu
menunggu bukan perihal sederhana dan membunuh waktu belaka
selalu ada ribuan jarum menusuk kalbu kala menunggu sesuatu yg ragu
tak tahukah kau bahwa hati tertindas lemas
menghantar panas hingga terlontar butir-butir air yg dipenuhi rasa getir
ia sedang lelah...
tapi ia tak pernah menyerah untuk selalu menunggumu
menutup semua luka dengan senyum bahagia
menata mimpi penuh cinta dengan kebersamaan penuh makna
walau kenyataan seringkali mengoyak dan meleburkannya
tetap saja ia berdiri disini ditempat yang sama dan untuk sebuah nama...

Sunday, 30 August 2015

tentangnya...

untuk dia yg kusebut awan....
engkau mempunyai arti yang sangat mendalam pada helaan napas
memberikan warna warni pelangi direlung hati sanubari
menjadi hati yang terpilih untuk mencintaimu adalah sebuah keluarbiasaan
sebuah anugerah yang sangat mengagumkan
dengan gempita hati ini selalu bersuka cita menyusun tiap hela harap
merenda doa, agar kelak bisa sujud bersama dihadapan Nya
untukmu....
maafkan aku yang telah mencintaimu sedalam ini
tak bisa sedikitpun berpaling dan mengabaikanmu
hal sekecil apapun jika itu tentangmu, bagiku itu tetap menjadi hal yang istimewa
hati ini tak ingin keluar dari cinta ini
untukmu...
seandainya aku di beri sedikit keberanian..
mungkin rasa ini akan menjadi rasa yang terkatakan
menjadi rasa yang sudah tersampaikan
menjadikan hati ini lebih tenang
namun
apalah dayaku, semua tentangmu selalu menggerakkan jantungku berdegup ribuan kali lebih cepat
membuat bibir dan lidahku kelu nan diam membisu
seluruh sel dalam tubuh seperti kehabisan energi
Tak ada yang berlebihan tentang itu..
And now...
it's still be unspoken love
this love grow up bigger than yesterday
and less than tomorrow
clouds will be a wonderful love in my life-time
can you realize that I do love you, my clouds ?

Tuesday, 11 August 2015

Muara...

Sebab rindu tau hati mana yang ingin ia tuju...
hati itu masih menuju kearah yang sama...
mengikuti instruksi mimpi yang berselimut imajinasi..
menjadikan harapan sebagai penopang tiap jengkal langkah...
gelap terang ia tetap berjalan...
pahit getir sudah terlalu sering mampir...
bahkan sayatan luka dan duka menjalar bagai lilitan ular...
tak mengapa hati itu masih kuat atau lebih tepatnya ia masih sangat ingin berjalan...
kepada muara yang dituju hati...
sejauh apapun kau pergi, hati ini akan mengikuti
sebanyak apapun kau melukai, hati ini akan terobati jika berdoa pada Ilahi...
sesering apapun kau mengabaikan, hati ini akan tulus memaafkan...
kepada muara yang dituju hati...
memilikimu bukanlah hal utama yang ia inginkan...
hati ini hanya  ingin kau tau, ada sebuah hati dibelakangmu...
yang selalu siap menangkapmu saat kau terjatuh...
yang selalu siap mempercayaimu apapun keadaannya...
yang rela mengorbankan diri untuk melihat senyummu bersemi...
yang selalu melantunkan doa agar selalu bisa mendampingi langkahmu...
kepada muara yang dituju hati...
hati ini sudah dipilh untuk memilihmu...
dan juga sudah memilih untuk membangun  asa dan rasa untukmu...
memperbaiki diri agar secepatnya kita bisa menghirup cinta bersemi tiap hari di sanubari kita...
saling membahagiakan satu sama lain...
teman berbagi kisah hitam putih kehidupan, seluk beluk cobaan hidup, dan kemurnian cinta...
kepada muara yang dituju hati....
sekarang, detik ini..
hati ini masih akan tetap selalu berada untuk menuju arahmu...
mencipta kesempatan agar kita bisa dipertemukan...
itu kan lebih mudah jikalau kau punya intuisi dan asa dalam rasa yg sama dengan hati ini...
kelak, apapun yang tertulis dalam baris skenario semesta yang tergaris...
hati ini ingin agar kau tau...
"Aku bahagia bisa menjadi orang yang mencintaimu....." =)


Tuesday, 28 July 2015

Juli ke-21

waktu adalah pembius luar biasa, kita pernah sadar kalau ia telah melangkah menjauhi diri...
kepergiannya terasa biasa, pada awalnya...
namun, tak jarang juga ia menorehkan sebait luka...
entah itu tanya tak terjawab ataukah tanya tentang akhir sebuah penantian...
Kini sampailah menapaki Juli ke-21 di hamparan jagat bumi ini...
tak ada Juli yang ku lalui tanpa rasa...
setiap Juli punya istimewa dalam tiap kehadirannya...
Untuk semua Juli yang sudah terlewati, 
banyak doa tulus dari  tiap  hati yang tulus ...
Pada Juli ke-21, banyak doa dan harapan yang terenda ...
untuk sebuah nama dan untuk setiap impian
Juli ke-21...
tentang sebuah arah yang ku tuju....
tentang sebuah kisah yang ingin ku rengkuh...
tentang seorang yang akan tiap detik hidupku membahagiakannya dalam juang..
tentang sebait doa agar tiap desah nafas untukku bersyukur pada Sang Maha
 Juli ke-21...
menghempas asa untuk selalu bersuka ria di atas gemerlap dunia...
pencarian akan makna kehidupan dan beribadah padaNya yang akan membuat bahagia...
dan bertemu serta mendampingi sebuah hati yang akan membuatku berhenti mencari, bersedia hidup dengannya sampai abadi, memperjuangkannya tanpa henti, mengucap doa setulus hati untuk tiap hari menapaki langkah diri untuk merasakan cinta yang sejati...

Parodi Juli : =D 
 
J = Just only one  thing I do wanna hope
U = Use your heart feel my purest feeling
L =  Let me be your part of your amazing life
Y= You are the one because no body else likes you, my Cloud
***sweet 21, happy lucky July ***

 

Tuesday, 2 June 2015

Gadis yang merindukan perjalanan

Begitu riang dan senang menyesapi sanubari si gadis , kala menempuh perjalanan dengannya
tiap jarak yang tertempuh, tiap sudut jalan selalu diisi dengan canda dan tawa
berbagi cerita tentang suka duka kehidupan yang penuh dengan kejutan
berjuta detik yang terlewati tak terasa sama sekali
si gadis lupa , seberapun panjang perjalanan ia akan bertemu dengan ujungnya
si gadis begitu terlena dengannya yang membuka matanya tentang indahnya dunia
berada dalam perjalanan dengannya telah menjadi sebuah kebutuhan yg tak disadari
hingga sampai pada hari si gadis melihatnya pergi dan menggores jarak pada mereka
mereka begitu dekat , tapi waktu dan semesta tak mau lagi bersahabat dengan si gadis
Perlahan tapi pasti sekat mulai tinggi, tak bisa digapai
dia pun memulai perjalanan dengan orang lain 
si gadis kecil mengetahui hal itu...
dia pun sudah tak menoleh pada si gadis, seakan semua perjalanan mereka tak pernah ada
benar... kesedihan dan kelaraan menyergapnya tanpa ampun
si gadis tak menyerah begitu saja, si gadis mengikuti kemanapun dia dan orang itu pergi
si gadis tak pernah lelah, hatinya dipenuhi harapan dan rasa ingin bersama dia selalu
si gadis tak menghiraukan lara luka karena telah terlupa oleh orang yang begitu berarti
apapun si gadis lewati, walau si gadis paham dia sudah tak mengini perjalanan mereka lagi
langkah si gadis pun tetap melangkah dengan mantab
si gadis yakin dia akan kembali padanya dan melanjuti perjalanan mereka
waktulah yang pada akhirnya membuat si gadis memahami
dia begitu bahagia menempuh perjalanan dengan orang itu
jelaslah sudah semua.... air mata si gadis pun menghujani wajah piasnya
lantas apa yang bisa si gadis lakukan jika dia sudah bahagia ?
si gadis memutuskan untuk mencari penggantinya...
si gadis sudah mencoba beberapa kali untuk menempuh perjalanan dengan mereka 
semua terasa hampa, tidak sama dan tidak serupa
walaupun si gadis melihat hal-hal yang tak pernah ia temui
rasanya masih saja kurang lengkap, bahkan cerita-cerita hanya terdengar gaungnya ditelinga
semua perjalanan mulai terasa tidak benar dan hanya menumbuhkan nanar
si gadis pun menyusuri tiap langkah pada jalan yang pernah ia lalui bersamanya
tiap jengkal sudut jalan mulai membuka semua memori ingatan si gadis tentangnya
terlalu banyak kenangan yg mereka goreskan dalam perjalanan
si gadis tersenyum dalam lukanya
si gadis sadar.... dia lah yang menjadikan tiap perjalanan menjadi penuh makna
penuh dengan canda tawa bahagia menghujani hati mereka
bukan persoalan akan kemana , tapi dengan siapa perjalanan itu akan d tempuh
betapapun sederhana sebuah perjalanan jiakalau tertempuh dengan dia yang selalu kau sebut dalam doa
akan tetap menjadi luar biasa dan penuh makna
seberapa kusut pun wajahmu kala mulai perjalanan
kau akan pulang dengan wajag riang nan gembira
seakan hilang beban yang menggelayuti pikiran
si gadis selalu menebar doa, agar dia akan kembali
iya kembali.... merajut kisah dalam perjalanan...

sajak awan

hati masih begitu bergetar mendengar semua tentang awan itu
sudah lebih dari 4 dasawarsa mereka bersama
entahlah seperti ada ikatan yang kuat antara bukit dengan awan itu
selalu ada hal tak terduga yang membuat mereka kembali ke cerita yang sama
sejauh apapun kelana sang awan dia akan kembali ke pelukan bukit yang sama
bukit selalu menantikan awan yang sama
mengalunkan doa syahdu ditengah deru debar jantung jagat raya
agar selalu diberi kesampatan untuk bersama sang awan
bukan perjalanan mudah untuk menunggu dan meyakini seorang yang dalam waktu yang lama
namun rasanya sangat istimewa kalau kau bisa jatuh cinta berkali-kali dengan seorang yang sama ^^
skenario semesta dan takdir teramatlah sederhana
namun yang menjadikannya rumit adalah bahwasanya kita tak tau rentang waktu tiap adegannya
yang jelas apapun yang terikat akan kembali pada saat yang tepat
walaupun terkadang seringkali kita dihempaskan oleh kenyataan
tergugu sendirian memperjuangkan impian yang harus dittupi dengan senyum berseri
agar semua orang yang menyayangi kita tak ikut nyeri melihat luka kita yg ngeri
bukankah hidup tak akan sempurna kalau tak ada luka ?
dan yakinilah bahagia adalah muara tiap luka dan kehidupan
Bukit memang tak pernah mengucapkan perasaannya pada sang awan
namun ia sellalu mengumbar cinta tulusnya dalam tiap bait doa d tiap helaan nafasnya
waktu menjadikan cinta itu cinta yg tulus dan lebih sejati
sejatinya bukit mencintai sang awan hanya karena cinta yang tulus
bukan karena ingin menjadi kekasihnya
kalaupun ujungnya mereka akan bersama, itu adalah barokahNya yang tak terkira indahnya :)

Sunday, 24 May 2015

#Seandainya

jikalau seandainya bisa menjadi nyata apa yang kau minta ?
apakah, yang ke 1 bagaimana seandainya waktu berputar kembali  ? begitukah ?
Lantas apa yang yang kau lakukan jika kau sudah "kembali" ke masa itu ?
apakah kau akan lebih bahagia jika kau bisa merubah semua ?
yang ke 2 Bagaimana seandainya aku yang jadi dia ?
Lalu setelah kau menjelma menjadi dia, apakah kau sanggup memikul semua bebannya ?
apakah kau benar-benar mampu hidup dengan kenyataan bahwa tiap orang didekatmu
mencintaimu sebab kau adalah dia dan bukan dirimu sendiri ?
yakinlah itu lebih menyakitkan daripada sekedar patah hati dan ditinggal pergi..
Ahh... jangan terlalu terlena dengan Seandainya...
tapi percayalah yang terjadi saat ini adalah hadiah terbaik dariNya..
seberapapun kau banyak menyebutnya, seandainya adalah seandainya..
tak akan bisa  membuat yang mati, hidup kembali...
yang tua menjadi muda....
yang menangis duka menjelma tawa bahagia...
tidak, semua itu tak akan terjadi jika kau hanya pandai tuk berandai-andai...
lepaskan dirimu dari belenggu 'seandainya'....
ia  hanya fatamorgana, ilusi dari mimpimu yang kehilangan asa...
membuai dan melambai pada hatimu yg mengalir darah berdarai...
memenuhi rongga hati dan pikiranmu yg berlubang dan gersang...
jangan biarkan ia merajaimu...
Hidup bergantung pada mimpi, harapan dan usaha serta doa mu sendiri...
apapun yang tertulis untukmu ia akan menjadi milikmu....
tetap bertahan dan jangan lupa bahagia.... :)

Sunday, 10 May 2015

Tanya

untuk sejenak sebuah perenungan menciptakan pertanyaan
apakah sebenarnya cinta itu  ?
tiap orang mempunyai penafsiran masing-masing 
cinta tak pernah terlepas dari luka dan airmata
dipenuhi rongga kenangan dan manisnya sebuah janji
terkadang juga merasakan pahit dan bahagia dalam waktu bersamaan
seperti kau mencintai seseorang yang mencintai  orang lain
atau kau memendam cintamu padanya
segenap rasa menyesaki tiap rongga hatimu kala bersitatap dengannya
dia begitu dekat , dia berada tepat dihadapanmu
namun di waktu yang sama dia jauh tak terengkuh
dia telah terbang bersama cintanya di awang-awang
kau tahu cintanya bukan untukmu
kau tau bahkan sekalipun dia tak pernah mengharapkan 
'tuk hidup bersamamu
kenyataan memberikan bukti nyata yg sangat jelas
tapi....
kau masih tetap mencintainya
kau masih merangkai mimpi untuk bersamanya
kau masih merindukannya
kau masih menyebut namanya dalam doa
kau masih mengurai air mata untuknya
kau masih memendam luka dengan seulas senyum
kau masih mengharapkan ia bahagia
kau masih menggenggam erat kenangan bersamanya
kau masih meyakini semua janjinya 
APA YANG KAU HARAPKAN ?
ah iyaa... kau mengharapkan sebuah keajaiban
keajaiban yang bisa merubah segalanya
mengharapkan dia berbalik dan berjalan kearahmu...

Wednesday, 6 May 2015

Penantian

penantian adalah puisi yang ditulis dengan harapan yang terangkai indah didalamnya
tak ada yang salah dalam penantian
asalkan itu tulus dan kau mau memperjuangkan
penantian tak berguna jika kau hanya merangkainya dengan berbagai prasangka
dan menuduh takdirlah sebagai tersangka utama
jikalau penantianmu tak berujung bahagia dan tawa...
takdir hanya melaksanakan tugasnya 
dan kau adalah penentu utama bagaimana menerimanya 
penantian layaknya semacam selimut berkabut yang begitu mengaburkan rasa
detik berputar menghembuskan keraguan yang perlahan mematahkan keyakinan akan penantian
.....mengapa harus menanti ?
......mengapa semakin lama penantian, rasa ini semakin memudar ?
pertanyaan yang seringkali mengembara di pelupuk asa saat jenuh sudah menyesaki hati
kebenaran akan jawaban terkadang bisa kau baca melalui pertanyaan yang kau ucap
dan itu sederhana saja menjadikan penantian menjadi moment membahagiakan 
pastikan saja hati dan perasaanmu cukup sejati  untuk menantinya
jikalau itu sejati sejauh apapun pergi dia akan kembali 
dan dalam menanti kau tak akan risau walau sesenti
bukankah tujuan akhir dari setiap orang bahkan seorang petualang adalah pulang kembali ke rumah?
begitu pula sungai , berliku-liku namun bermuara pada satu samudera biru :)

Monday, 20 April 2015

kopi pagi

kopi pagi ini terasa hambar
menyecap rasa yang tak mampu terumbar
membuat jejak itu semakin samar
semuanya tak terasa benar
ketika  mulai awal baru yang ada hanya sukar
padahal hati melekat bagai jangkar
cinta terpenjara dalam sangkar 
tak mampu keluar
untuk sekedar menatap nanar
 pada pagi yang bercadar
dan menghitung detik jarum berputar
ah... kopi pagi yang hambar

story for the mountain #part4

sejumput mendung mengungkung hati sang gunung...
membuatnya terdiam, merenung dan murung...
hatinya sayu dan tergugu,melihat sang sahabat pergi meretas ke alam bebas...
ia ikhlas untuk melepas walaupun disertai wajah pias...
melihat keadaan sang gunung, hilanglah rona bahagia si kelinci kecil..
kesedihan dan kepahitan yang dicecap sang gunung, sungguhlah dia ikut merasakan..
rasa sakit dan sembilu pilu ikut menusuk kalbu...
kala si kelinci kecil hanya bisa terdiam dan tak bisa berbuat banyak untuk sang gunung...
namun, doa si kelinci kecil tak pernah putus ataupun pupus untuk sang gunung...
"Tuhan, takdirkan aku untuk slalu ada didekatnya... 
setidaknya beritahu dia kalau aku akan tetap dan selalu disini untuknya...
tak kan beranjak walau takdir tak memihak..." kata si kelinci kecil dalam hati.
pada saat seperti inilah kau akan merasa menjadi orang paling tak berguna,
saat dia yang sangat berarti untukmu hatinya tertusuk sembilu pilu,
kau tak tau apa yang harus kau lakukan...
memberinya ketenangan dalam kesendirian ataukah pergi kesana dan duduk disampingnya...
si kelinci kecil benar-benar tak tau apa yang harus dilakukannya...
tetiba sang gunung datang menghampiri si kelinci kecil...
hatinya menggerakkannya untuk menemui dan berbagi pada si kelinci...
"Kelinci... biarkan aku menangis untuk pagi ini"... bisik sang gunung 
"tak mengapa, aku akan tetap dan selalu menunggu rekahan senyummu disini" jawab si kelinci kecil
terkadang kesedihan membutuhkan ruang untuk menyendiri...
pada saat yang tepat hati akan berbagi tentang apa yang dia hayati dan luka yang terperi...
dan yang melegakan, hati yang kau ajak berbagi selalu kembali saat kau sedang ingini...
dan ia tak akan pernah pergi walau sesenti walaupun seringkali kau ingkari...

Sunday, 19 April 2015

sepenggal sajak, diujung mendung

menyisipkannya dalam tiap butir sel dalam dirimu...
terbangkan ke angkasa hingga tinggi ke antariksa...
meluas sampai tiap jengkal jagat raya...
memendamnya ke pelukan perut bumi sampai keakarnya...
begitu kerasnya untuk melupakan sketsa wajahnya...
membungkam riuh suaranya yang mengiang ditengah gelap malam...
mengabaikan rasa itu, melarikannya, menghilangkannya...
begitu susah dilupa, begitu mudah diingat...
hati dijerat, terperanjat atas kenyataan yang menyayat...
tapi, cinta itu nyata...
membuncah ruah ditiap kerlingan mata...
terlihat jelas atas tindakannya...
tak bisa dipungkiri...
tak bisa diingkari...
hanya bisa dinikmati walau kesedihan akan kahilangan datang menghantui...
tak bisa berhenti sampai Penggenggam hati menyuruh untuk kembali dan pergi...

Monday, 13 April 2015

Awan-awanku :)

Awan...
kelembutan dan keteduhanmu masih tetap sama...
sampai kapan kau akan berkelana ?
tak bisakah sejenak kita bercengkerama ?
Awan...
tak akan pernah bisa habis rangkaian kata untukmu
slalu ada relung hati untuk merindukanmu
slalu ada untaian doa untuk bertemu
Awan...
memandangimu saja banyak menumbuhkan harapan
menghadirkan ketentraman pada kehidupan
meredakan lara yang membara
Awan...
kau sangat tenang
namun  perlahan-lahan kau menghilang
saat dunia begitu menyakitkan, kau tak pernah lupa untuk datang
ini adalah rumahmu, yang selalu menantikanmu untuk pulang

story for the mountain #part 3

Hari ini hujan...
sang awan benar-benar sudah tak bisa bertahan
untuk menghamburkan diri ke pelukan sang tanah
menjadi butiran-butiran yang bening nan meneduhkan
kelinci kecil membiarkan sekujur tubuhnya berpasrah dibasahi butiran-butiran itu
begitu pula dengan sang gunung
begitu tebuai dengan hujan kala itu
kenangan akan kebersamaan seakan meluap-luap, tak tertahankan
berlarian menyeruakkan sebuah kelahiran akan kerinduan
memendarkan kebersamaan yang pernah tercipta
Rongga hati sang gunung diliputi kegelisahan dan kerumitan
dia sangat teramat yakin bahwa hatinya hanya tertuju pada sang rembulan
bukan hanya mencintanya dia pun sangat memuja sang rembulan
namun, setelah beberapa waktu hatinya merasa sebuah kekosongan 
sang rembulan masih ditempat yang sama, tak ada yang salah
cintanya pada sang rembulan pun tak berkurang walau sesenti
apa lagi yang harus dia cari ?
Sang gunung menyadari sudah lama ia tak mendapati sosok si kelinci kecil
muncul didepan retina matanya, sudah cukup lama ternyata
dia terlalu sibuk untuk menggapai sang rembulan
terhingga dia melupakan keberadaan si kelinci kecil
sang gunung sadar si kelinci kecil mulai menjauh darinya
yang pada awalnya ia hanya menganggap si kelinci kecil hanyalah teman bercerita
setelah jarak membentangkan sayapnya ia merasa kehilangan 
separuh hatinya seakan pergi terbawa oleh si kelinci
Hujan semakin deras...
si kelinci kecil mulai menggigil dingin, namun ia tak beranjak 
dia sedang pada kerinduannya yang memuncak
deraian air mata menyatu dengan air hujan
tetesannya seirama dengan nyanyian hujan
"hujan.... kerumitan ini semakin membelitku
sejujurnya aku bahkan sudah tak memahami ataupun mengerti 
tentang apa yang harus kuminta dan kuharapkan
aku pun sangat menyayangi sang rembulan
mungkin rerata hati tak akan percaya apa yang kurasakan
tapi inilah kebenarannya...
setitik benci dan rasa cemburu padanya pun aku tak punya
diriku begitu mengerti dan seakan ikut merasakan apa yang dirasakannya
mungkin ini karena sang gunung telah memberikan banyak pengertian tentangnya
melalui kisah yang diceritakannya padaku
sebab itu rasa bersalah memburuku tanpa ampun
sebab aku lah tercipta antara gunung dan sang rembulan
sebab aku lah bulan menjadi murung 
aku pun sadar diri, apalah aku ini...
aku tak ingin menjadi perenggut kebahagiaan sang rembulan...
aku ingin mereka kembali bersama, becengkerama penuh romansa
 namun hati kecilku ini tak bisa dipungkiri ataupun dibohongi
untuk pertama kalinya aku akan mengakuinya didepanmu hujan...
Aku menyayanginya....mencintainya
walaupun seperti itu sebersit pun aku tak pernah ingin dia melupakan sang  rembulan
sang rembulan adalah bagian  hidup dari sang gunung
penerimaan akan sang rembulan menjadi bagian hidup sang gunung,
berbanding lurus dengan tumbuhnya rasa itu
sebab cinta ini adalah cinta yang membebaskan
iya, membebaskan sang gunung menjadi sebenar-benarnya dirinya sendiri
aku pun tak akan keberatan jika kita harus memandangi sang rembulan bersama-sama
 tanpanya kisah ini tak akan sama bahkan aku tak akan bisa merasakan anugerah rasa indah ini
asalkan bisa berada disampingnya menjadi teman hidupnya..
menjadi saksi dan pejuang untuk selalu mengukir senyum bahagianya, apapun akan ku lakukan "
metamorfosa hujan telah menjadi gerimis yang dinamis
memberikan secercah rasa manis pada kenyataan yang sedikit sinis
memberikan bukti, bahwa semesta sedang menyuguhkan cerita romantis
si kelinci kecil mulai memahami, kerumitan ini akan diurai oleh semesta
pada saatnya nanti....

Tuesday, 7 April 2015

story for the mountain #part2

semesta...
kelinci kecil kali ini berada pada sebuah persimpangan 
antara kembali atau pergi dari gunung itu
ijinkanlah kelinci kecil ini bertanya beberapa patah tanya padamu
"masih bisakah aku menetap di gunung itu  ?
apakah aku benar-benar harus pergi darinya ?
haruskah aku lakukan itu ?
tak bisakah aku tinggal sedikit lebih lama ?
benarkah kesempatanku sudah sampai batasnya ?
tak bolehkah aku punya kesempatan lagi?
bisakah kesempatan terus datang tanpa ada ujungnya ? 
haruskah aku melepasnya begitu saja ?
bolehkah aku berjuang untuknya walaupun aku tau ujungnya tetap sama  ?
hanya terdiam dan melihatnya tanpa bisa melakukan apa-apa itu yang disebut siksaan
rasanya seperti menemukan tempat yang sudah kau cari selama hidupmu
gerbang pintunya terbuka lebar 
tapi serasa tubuhmu kaku takk bisa memasukinya".
itulah sepenggal percakapan kelinci pada semesta..
semakin lama sang gunung bersikap dingin pada kelinci...
dia dekat, dia ada tapi pada kenyataannya sang gunung jauh tak terengkuh
si kelinci kecil belum bisa melepas seluruh mimpinya untuk menetap disana
hanya keheningan dan jarak yang tak terlihat oleh mata diantara mereka
moment romansa mereka benar-benar serasa seperti mimpi
singkat, tertancap dan menguat menjadi sebuah memori yang tak akan dilupa oleh kelinci kecil
 membuat langkahnya semakin berat untuk melangkah menjauh...
"sudahlah kelinci... relakan apa yang terjadi..
kau sudah melakukan peranmu..
sekarang saatnya menyerahkan apa-apa yang hanya bisa kau semogakan..
pada Sang Penggenggam hati..
tak usah takut ataupun risau..
sesukar, sejauh , serumit apapun kalau takdirNya tergaris untukmu
itu akan jadi milikmu...
tenangkan hati, lapangkan pikiran, dengarkan nurani
langkahkan pemikiran dan hati sesuai jalannya
tak usahlah memaksakan skenarioNya" bisik semesta pada kelinci.
Apapun yang dilakukan dari hati akan sampai juga ke hati 
Waktu dan jarak yang akan menyingkap rahasia besarnya
apakah satu sama lain menemukan kebahagiaan kala bersama 
ataukah
ada kebahagiaan masing-masing yang sudah tergurat pada hati yang berbeda
Tunggu saja..

Monday, 30 March 2015

story for the mountain

ini adalah sebuah kisah tentang  gunung dan sang rembulan
sebuah kisah yang sangat indah dan sarat makna 
Semesta menjadikan sebuah ikatan takdir tentang kisah mereka dengan si kelinci kecil
Kelinci kecil menemukan gunung yang sangat indah menawarkan keindahan pepohonan yg menjulang menjadikan rerimbunan yang disebut hutan
tanpa terduga, sang gunung mengundang kelinci masuk kedalam dunianya
kelinci pun bersedia memasuki dunia itu
sang gunung bercerita tentang indahnya kisah cintanya dengan sang rembulan
kelinci kecil sangat terbuai dengan kisah cinta yang menakjubkan itu
Kelinci menempatkan sebagai penikmat kisah mereka
tanpa disadari sembari mendengarkan kisah romantika itu, 
kelinci semakin memasuki hutan gunung itu semakin dalam
hingga terbesit sang kelinci ingin menetap tinggal di gunung itu 
menumbuhkan sebuah rasa yg semakin mendalam 
kelinci kecil berusaha mengabaikan perasaan itu,
Ia sangat meyakinkan diri sebagai penikmat bukan sebagai tokoh dalam kisah itu
tapi Cinta tetap pada tempatnya tak bergeming dan tak berkurang
 semakin lama diabaikan semakin keberadaannya muncul di tiap kesempatan
gelembung pertanyaan hatinya semakin membesar
hatinya mulai merasakan sakit saat sang gunung 
membisikkan kisahnya dengan rembulan
semakin lama semakin menyayat 
"Aku mulai sakit membaca kisah ini, padahal aku pengagum setiap kisahmu dengan sang rembulan...
semakin aku menyangkal, semakin aku sadar aku ingin menjadi bagian kisah itu", Bisik si kelinci dalam hati
Namun ia sadar, imajinasinya terberai tak terjangkau.
"Aku benar-benar ingin tinggal dihutan itu, menetap disana, menemanimu memandang rembulanmu...
asal kau bahagia itu cukup", kata kelinci dalam hati sembari memandangi sang gunung .
seiring berjalannya waktu kesadaran pun menjangkaunya 
membuat kelinci harus benar-benar pergi meninggalkan gunung itu
" Maafkan aku....
aku tak sanggup menyusuri kisahmu...
aku tak mampu menembus batas itu...
batas yang hanya mampu tersentuh rembulan itu...
aku tak baik bak saja saat kau menyatakan kalau kau tak mampu melepas rembulan itu...
bukan aku membenci,,,
hanya saja terlalu menyayat luka hati melihatmu berbinar berkisah tentangmu dan sang rembulan
sedangkan aku hanya bisa tersenyum samar dengan pandangan nanar...
kau memberikan aku banyak sekali perjalanan yang diselimuti kenangan...
pandangan tentang dunia dan segala tetek bengek pemikiran kehidupan...
aku pun tak habis pikir bagaimana bisa, aku memiliki rasa itu,,,
dicari seribu kali rasanya tak ada alasan dibalik semua ini...
ah...sudahlah.. yang jelas aku harus keluar dari duniamu gunung...
pemandangan yang kau suguhkan teramat indah, buatku ingin menetap...
tapi aku teramat tau, semua itu bukan untukku...
kau hanya ingin menunjukkannya padaku bukan memberikannya padaku....
maafka hatiku... yang terlalu berharap banyak padamu".. bisik si kelinci kecil sembari beranjak menjauhi gunung itu,,,,
sang rembulan pun menyadari kehadiran si kelinci diantara kisahnya dengan gunung
sang rembulan bertanya "Kenapa harus kau kelinci ?"
si kelinci kecil menjawab "Bulan.... Cinta sang gunung itu hanya padamu..
tak usahlah kau takut ataupun risau..
kau adalang sang rembulan...
kau menawan nan mengagumkan...
gunung takkan bisa berpaling pada siapapun...
dia hanya akan memandang dan mencintai kau seorang saja...
dia selalu menunggu sinarmu...
kalaupun tertutup awan, dia akan setia menantimu...
tak ada celah untuk yang lain...
Bulan,,,
Mengapa harus aku ? Jangan tanyakan itu padaku bulan,,,,
aku pun tak tau jawabannya...
percayalah, aku hanya penikmat kisahmu saja...
aku tak akan menjadi pemeran utama pada kisah kalian"
percakapan dalam keheningan itu menyadarkan si kelinci kecil tentang siapa dia 
kelinci beranjak menuruni gunung itu
yang dia tahu, dia harus menjauh dari sang gunung
apakah sang gunung menyadari kepergiannya ?
apakah sang gunung merasakan cintanya ?
apakah sang gunung sanggup melepas rembulan untuknya ?
entahlah...
semesta masih menyimpan potongan itu... :)

Monday, 9 February 2015

still



Rasanya begitu hampa
Tak ada arah, tak ada tujuan
Apalagi cinta,,,
Melepasnya memang sebuah keharusan, tapi aku lupa jejaknya masih basah
Luka ini makin parah
Hingga semakin membuat semuanya terasa salah
Entah apa yang salah
Aku tak mengerti
Ada begitu banyak cinta bertebaran disetiap sisi kesendirian
Apa yang salah ?hingga 1 pun tak ada yang mampu menggantikan
Hati ini begitu takut untuk jatuh lagi
Takut untuk terhempas lagi
melepas apa yg seharusnya digenggam
Tetiba semua menjadi gelita
Semua menjadi sulit
Bahkan untuk sekedar menjatuhkan hati lagi
Bolehkah aku bertanya...
mengapa rasanya masih begitu menyakitkan ?
mengapa rasanya masih begitu menyayat saat melihat potretnya ?
mengapa begitu sulit mencari sepotong hati baru itu ?
mengapa begitu sulit mengahapus rekam jejaknya didalam rumah ini ?
mengapa begitu menakutkan melihatnya tersenyum bahagia ?
mengapa begitu menyakitkan ketika dia bahkan tak pernah punya cinta untuk hati ini ?
mengapa aku terlihat begitu menyedihkan disaat yang sama orang lain melihatku begitu menyenangkan dan membahagiakan ?
mengapa aku mudah tertipu untuk sangat mempercayai cintamu ?
mengapa rasa ini begitu menyakitkan terhingga sekarang 1 rasa pun aku tak bisa merasakan ?
mengapa janjimu seperti sembilu yg siap menikamku ?
ah.... aku terlalu menyiksa hati ini
lantas kalau bukan begitu apa yg harus aku lakukan ?
aku bahkan tak tau apa yg ingin aku dambakan
aku terlalu bodoh untuk menentukan mana sebuah keseriusan dan permainan
semua begitu samar dan semakin gelap
aku terdorong dalam lorong yg penuh gulita
sunyi , senyap dan aku hanya sendiri
aku menangis tanpa air mata ,
aku terluka tanpa darah
aku sedih tanpa tangis
aku bahagia tanpa tawa
aku merindu tanpa bisa bertemu
sekali lagi bolehkan aku bertanya
dimana aku bisa menemukan pelitaku ?
dimana aku bisa menemukan malaikat pembimbingku ?
dimana aku bisa menemukan bahagiaku ?
dimana aku bisa menemukan perasaan cintaku ?
dimana aku bisa menemukan sepotong hatiku yang baru ?
dimana aku bisa menemukan penumbuh untuk harapanku?
dimana aku bisa menemukan seseorang itu?
Semesta, aku yakin kau tau bagaimana alur ini akan bergulir
Dan kau telah memberikan jawaban atas semua pertanyaanku dalam diriku
Aku hanya perlu menemukan pemahaman atas semua kisah yg telah  kau tuliskan untukku