Friday, 18 July 2014

20th



Untuk kali ini aku benar-benar berharap kau datang pada hari itu
Tapi sepertinya benar-benar tidak bisa
Dari semuanya aku hanya ingin dirimu
Aku tau semua ini bukan salahmu bukan inginmu
Tapi keadaanlah yang memaksa kita seperti ini
Jujur aku tidak ingin kecewa yg akhirnya bermuara pada luka
Dengan segenap daya yang ada aku berusaha mengerti
Tapi sungguh ini diluar kekuatanku, aku tak bisa menahannya
Sebersit rasa kecewa itu hadir dan akhirnya membuat rasa getir
Yang begitu menyayat...
Aku membungkus kecewa itu dengan tawa
Kau tau mengapa itu begitu menyakitkan ?
Karena kau adalah harapanku , harapan yg benar-benar aku cinta
Dan itu Kamu,,,
Sehari itu saja aku benar-benar mengharapkanmu hadir daripada hari lain’
Dan harapan tinggalah harapan
Biarkan aku saja mengubur kecewa ini tanpa kau harus tau ,,,

Harap



Semua orang juga ingin kalo harapannya bisa dipenuhi
Tak terkecuali aku
Akupun juga ingin seperti itu
Tanpa harus mengabaikan harapanmu juga
Kebahagiaan terasa sempurna kala kau bisa memenuhi harapanku
Seperti ada ditengah-tengah gerbang pintu surga
Aku mencintaimu
Walaupun banyak yang meragukan cintaku padamu
Kau adalah salah satu doaku yang dikabulkan olehNYA
Aku tidak akan menyiakanmu sebagai anugerahNya
Apakah kau tau ? kau adalah harapan yang aku minta dengan  segenap linangan air mata yang aku punya
Betapa aku bersimpuh untuk mendapatkan seorang sepertimu
Tuhan pun tak tega melihatku bersimpuh sehingga DIA luluh
Dan akhirnya mengabulkan permintaan ku itu
Aku tak tau skenario apalagi yang diberikanNya padaku dan cerita kita
Hanya perlu bersyukur dan bertahan dengan semua yang ada

Saturday, 5 July 2014

''untuk sepotong hati ...''


aku sudah memilihnya untuk menemaniku melangkah menuju masa depan

dan menjadi harapan baru dalam kehidupanku

dengan segenap rasa aku membawa hatiku

dan mempercayakannya pada hati itu

aku berusaha memberikan apa yang ada

untuk mempertahankan kebahagiaan ini agar bisa bertahan

namun...

tetaplah kita adalah 2 hati yang berbeda

kita tak akan pernah terlepas dari kungkungan perbedaan

mungkin kau tak tau betapa keras aku mencoba untuk

membangun jembatan diatas semua beda

dengan semua cucuran dan tumpahan air mata

yg tak pernah kau jumpa..

seringkali aku menjumpa kau dengan rasa hampa

tak mengerti dan peduli dengan semua yg rasa dihati

begitu banyak hal yg lebih menarik hatimu

daripada untuk memperhatikan aku

aku tau aku bukan prioritas

setidaknya berilah aku waktumu walopun terbatas

sikapmu itu membuat luka panas

layaknya sembilu yg menusuk kalbu

yag harus kau mengerti

waktu tak akan rela melihat sebuah hati yg terluka

Ia pasti akan menyeret hati itu dan memberinya hati baru

disaat itu terjadi aku pun tak punya kuasa untuk bertahan

sebelum Sang pengenggam hati menyuruh waktu untuk

hatiku pergi darimu, aku ingin kau menyadari ini...

:)