Sebab rindu tau hati mana yang ingin ia tuju...
hati itu masih menuju kearah yang sama...
mengikuti instruksi mimpi yang berselimut imajinasi..
menjadikan harapan sebagai penopang tiap jengkal langkah...
gelap terang ia tetap berjalan...
pahit getir sudah terlalu sering mampir...
bahkan sayatan luka dan duka menjalar bagai lilitan ular...
tak mengapa hati itu masih kuat atau lebih tepatnya ia masih sangat ingin berjalan...
kepada muara yang dituju hati...
sejauh apapun kau pergi, hati ini akan mengikuti
sebanyak apapun kau melukai, hati ini akan terobati jika berdoa pada Ilahi...
sesering apapun kau mengabaikan, hati ini akan tulus memaafkan...
kepada muara yang dituju hati...
memilikimu bukanlah hal utama yang ia inginkan...
hati ini hanya ingin kau tau, ada sebuah hati dibelakangmu...
yang selalu siap menangkapmu saat kau terjatuh...
yang selalu siap mempercayaimu apapun keadaannya...
yang rela mengorbankan diri untuk melihat senyummu bersemi...
yang selalu melantunkan doa agar selalu bisa mendampingi langkahmu...
kepada muara yang dituju hati...
hati ini sudah dipilh untuk memilihmu...
dan juga sudah memilih untuk membangun asa dan rasa untukmu...
memperbaiki diri agar secepatnya kita bisa menghirup cinta bersemi tiap hari di sanubari kita...
saling membahagiakan satu sama lain...
teman berbagi kisah hitam putih kehidupan, seluk beluk cobaan hidup, dan kemurnian cinta...
kepada muara yang dituju hati....
sekarang, detik ini..
hati ini masih akan tetap selalu berada untuk menuju arahmu...
mencipta kesempatan agar kita bisa dipertemukan...
itu kan lebih mudah jikalau kau punya intuisi dan asa dalam rasa yg sama dengan hati ini...
kelak, apapun yang tertulis dalam baris skenario semesta yang tergaris...
hati ini ingin agar kau tau...
"Aku bahagia bisa menjadi orang yang mencintaimu....." =)
No comments:
Post a Comment