Friday, 1 January 2016

wound

selepas doa yg selalu di panjatkan...
ujian kepahitan begitu datang secara tiba-tiba, tak ada persiapan
semua terjadi malam ini...
awan itu bersama yang lain...
entah kebenaran apalagi yang semesta coba ungkapkan..
perih, mengaduh lirih... begitu menancap semacam duri yg melarai hati...
mungkin dia merajut kisah lain dengannya..
berbait-bait untaian rasa, asa dan harapan terajut untuk awan...
apakah ini adalah sebuah jawaban ?
entahlah, mencoba mencari jawaban dalam kesamaran kegelapan..
menahan segenap keriuhan hati yang patah, harapan yang pudar
begitu menyesakkan...
sembilu apalagi yg kau hunuskan untuk mengancurkan rasa itu ?
derai air mata pertanda telah luluh lantak sebuah mimpi...
Kau tau mengapa aku tak bisa menahan air mata itu ? 
Sebab hatiku tak kuat berpura² bahagia dan baik² saja... 
menyembunyikan luka dalam tawa
segenggam kebohongan dibalik senyum samar, padahal hati sedang memar
Bergeming lirih, terasa pedih menatap kau bersamanya
rasanya seperti hilang ditelan kegelapan, kepedihan mendorong kepada jurang rasa sakit
 hmmm... rasanya begitu berat dan sesak
semoga kau selalu bahagia...
semoga kau tak akan merasakan kesakitan semacam ini...
jangan,,,
Seandainya bisa bilang, aku senang bisa mengenalmu. :')
maaf aku mencintaimu sedalam ini. hingga aku lupa bagaimana caranya untuk keluar.
Tapi aku akan tetap berada dibelakangmu, memastikan kau baik² saja dan bahagia... 
Although the reason of your happiness is not me..

No comments:

Post a Comment