ini adalah sebuah kisah tentang gunung dan sang rembulan
sebuah kisah yang sangat indah dan sarat makna
Semesta menjadikan sebuah ikatan takdir tentang kisah mereka dengan si kelinci kecil
Kelinci kecil menemukan gunung yang sangat indah menawarkan keindahan pepohonan yg menjulang menjadikan rerimbunan yang disebut hutan
tanpa terduga, sang gunung mengundang kelinci masuk kedalam dunianya
kelinci pun bersedia memasuki dunia itu
sang gunung bercerita tentang indahnya kisah cintanya dengan sang rembulan
kelinci kecil sangat terbuai dengan kisah cinta yang menakjubkan itu
Kelinci menempatkan sebagai penikmat kisah mereka
tanpa disadari sembari mendengarkan kisah romantika itu,
kelinci semakin memasuki hutan gunung itu semakin dalam
hingga terbesit sang kelinci ingin menetap tinggal di gunung itu
menumbuhkan sebuah rasa yg semakin mendalam
kelinci kecil berusaha mengabaikan perasaan itu,
Ia sangat meyakinkan diri sebagai penikmat bukan sebagai tokoh dalam kisah itu
tapi Cinta tetap pada tempatnya tak bergeming dan tak berkurang
semakin lama diabaikan semakin keberadaannya muncul di tiap kesempatan
gelembung pertanyaan hatinya semakin membesar
hatinya mulai merasakan sakit saat sang gunung
membisikkan kisahnya dengan rembulan
semakin lama semakin menyayat
"Aku mulai sakit membaca kisah ini, padahal aku pengagum setiap kisahmu dengan sang rembulan...
semakin aku menyangkal, semakin aku sadar aku ingin menjadi bagian kisah itu", Bisik si kelinci dalam hati
Namun ia sadar, imajinasinya terberai tak terjangkau.
"Aku benar-benar ingin tinggal dihutan itu, menetap disana, menemanimu memandang rembulanmu...
asal kau bahagia itu cukup", kata kelinci dalam hati sembari memandangi sang gunung .
seiring berjalannya waktu kesadaran pun menjangkaunya
membuat kelinci harus benar-benar pergi meninggalkan gunung itu
" Maafkan aku....
aku tak sanggup menyusuri kisahmu...
aku tak mampu menembus batas itu...
batas yang hanya mampu tersentuh rembulan itu...
aku tak baik bak saja saat kau menyatakan kalau kau tak mampu melepas rembulan itu...
bukan aku membenci,,,
hanya saja terlalu menyayat luka hati melihatmu berbinar berkisah tentangmu dan sang rembulan
sedangkan aku hanya bisa tersenyum samar dengan pandangan nanar...
kau memberikan aku banyak sekali perjalanan yang diselimuti kenangan...
pandangan tentang dunia dan segala tetek bengek pemikiran kehidupan...
aku pun tak habis pikir bagaimana bisa, aku memiliki rasa itu,,,
dicari seribu kali rasanya tak ada alasan dibalik semua ini...
ah...sudahlah.. yang jelas aku harus keluar dari duniamu gunung...
pemandangan yang kau suguhkan teramat indah, buatku ingin menetap...
tapi aku teramat tau, semua itu bukan untukku...
kau hanya ingin menunjukkannya padaku bukan memberikannya padaku....
maafka hatiku... yang terlalu berharap banyak padamu".. bisik si kelinci kecil sembari beranjak menjauhi gunung itu,,,,
sang rembulan pun menyadari kehadiran si kelinci diantara kisahnya dengan gunung
sang rembulan bertanya "Kenapa harus kau kelinci ?"
si kelinci kecil menjawab "Bulan.... Cinta sang gunung itu hanya padamu..
tak usahlah kau takut ataupun risau..
kau adalang sang rembulan...
kau menawan nan mengagumkan...
gunung takkan bisa berpaling pada siapapun...
dia hanya akan memandang dan mencintai kau seorang saja...
dia selalu menunggu sinarmu...
kalaupun tertutup awan, dia akan setia menantimu...
tak ada celah untuk yang lain...
Bulan,,,
Mengapa harus aku ? Jangan tanyakan itu padaku bulan,,,,
aku pun tak tau jawabannya...
percayalah, aku hanya penikmat kisahmu saja...
aku tak akan menjadi pemeran utama pada kisah kalian"
percakapan dalam keheningan itu menyadarkan si kelinci kecil tentang siapa dia
kelinci beranjak menuruni gunung itu
yang dia tahu, dia harus menjauh dari sang gunung
apakah sang gunung menyadari kepergiannya ?
apakah sang gunung merasakan cintanya ?
apakah sang gunung sanggup melepas rembulan untuknya ?
entahlah...
semesta masih menyimpan potongan itu... :)
No comments:
Post a Comment