Tuesday, 7 April 2015

story for the mountain #part2

semesta...
kelinci kecil kali ini berada pada sebuah persimpangan 
antara kembali atau pergi dari gunung itu
ijinkanlah kelinci kecil ini bertanya beberapa patah tanya padamu
"masih bisakah aku menetap di gunung itu  ?
apakah aku benar-benar harus pergi darinya ?
haruskah aku lakukan itu ?
tak bisakah aku tinggal sedikit lebih lama ?
benarkah kesempatanku sudah sampai batasnya ?
tak bolehkah aku punya kesempatan lagi?
bisakah kesempatan terus datang tanpa ada ujungnya ? 
haruskah aku melepasnya begitu saja ?
bolehkah aku berjuang untuknya walaupun aku tau ujungnya tetap sama  ?
hanya terdiam dan melihatnya tanpa bisa melakukan apa-apa itu yang disebut siksaan
rasanya seperti menemukan tempat yang sudah kau cari selama hidupmu
gerbang pintunya terbuka lebar 
tapi serasa tubuhmu kaku takk bisa memasukinya".
itulah sepenggal percakapan kelinci pada semesta..
semakin lama sang gunung bersikap dingin pada kelinci...
dia dekat, dia ada tapi pada kenyataannya sang gunung jauh tak terengkuh
si kelinci kecil belum bisa melepas seluruh mimpinya untuk menetap disana
hanya keheningan dan jarak yang tak terlihat oleh mata diantara mereka
moment romansa mereka benar-benar serasa seperti mimpi
singkat, tertancap dan menguat menjadi sebuah memori yang tak akan dilupa oleh kelinci kecil
 membuat langkahnya semakin berat untuk melangkah menjauh...
"sudahlah kelinci... relakan apa yang terjadi..
kau sudah melakukan peranmu..
sekarang saatnya menyerahkan apa-apa yang hanya bisa kau semogakan..
pada Sang Penggenggam hati..
tak usah takut ataupun risau..
sesukar, sejauh , serumit apapun kalau takdirNya tergaris untukmu
itu akan jadi milikmu...
tenangkan hati, lapangkan pikiran, dengarkan nurani
langkahkan pemikiran dan hati sesuai jalannya
tak usahlah memaksakan skenarioNya" bisik semesta pada kelinci.
Apapun yang dilakukan dari hati akan sampai juga ke hati 
Waktu dan jarak yang akan menyingkap rahasia besarnya
apakah satu sama lain menemukan kebahagiaan kala bersama 
ataukah
ada kebahagiaan masing-masing yang sudah tergurat pada hati yang berbeda
Tunggu saja..

No comments:

Post a Comment