jikalau seandainya bisa menjadi nyata apa yang kau minta ?
apakah, yang ke 1 bagaimana seandainya waktu berputar kembali ? begitukah ?
Lantas apa yang yang kau lakukan jika kau sudah "kembali" ke masa itu ?
apakah kau akan lebih bahagia jika kau bisa merubah semua ?
yang ke 2 Bagaimana seandainya aku yang jadi dia ?
Lalu setelah kau menjelma menjadi dia, apakah kau sanggup memikul semua bebannya ?
apakah kau benar-benar mampu hidup dengan kenyataan bahwa tiap orang didekatmu
mencintaimu sebab kau adalah dia dan bukan dirimu sendiri ?
yakinlah itu lebih menyakitkan daripada sekedar patah hati dan ditinggal pergi..
Ahh... jangan terlalu terlena dengan Seandainya...
tapi percayalah yang terjadi saat ini adalah hadiah terbaik dariNya..
seberapapun kau banyak menyebutnya, seandainya adalah seandainya..
tak akan bisa membuat yang mati, hidup kembali...
yang tua menjadi muda....
yang menangis duka menjelma tawa bahagia...
tidak, semua itu tak akan terjadi jika kau hanya pandai tuk berandai-andai...
lepaskan dirimu dari belenggu 'seandainya'....
ia hanya fatamorgana, ilusi dari mimpimu yang kehilangan asa...
membuai dan melambai pada hatimu yg mengalir darah berdarai...
memenuhi rongga hati dan pikiranmu yg berlubang dan gersang...
jangan biarkan ia merajaimu...
Hidup bergantung pada mimpi, harapan dan usaha serta doa mu sendiri...
apapun yang tertulis untukmu ia akan menjadi milikmu....
tetap bertahan dan jangan lupa bahagia.... :)
No comments:
Post a Comment