Tuesday, 2 June 2015

sajak awan

hati masih begitu bergetar mendengar semua tentang awan itu
sudah lebih dari 4 dasawarsa mereka bersama
entahlah seperti ada ikatan yang kuat antara bukit dengan awan itu
selalu ada hal tak terduga yang membuat mereka kembali ke cerita yang sama
sejauh apapun kelana sang awan dia akan kembali ke pelukan bukit yang sama
bukit selalu menantikan awan yang sama
mengalunkan doa syahdu ditengah deru debar jantung jagat raya
agar selalu diberi kesampatan untuk bersama sang awan
bukan perjalanan mudah untuk menunggu dan meyakini seorang yang dalam waktu yang lama
namun rasanya sangat istimewa kalau kau bisa jatuh cinta berkali-kali dengan seorang yang sama ^^
skenario semesta dan takdir teramatlah sederhana
namun yang menjadikannya rumit adalah bahwasanya kita tak tau rentang waktu tiap adegannya
yang jelas apapun yang terikat akan kembali pada saat yang tepat
walaupun terkadang seringkali kita dihempaskan oleh kenyataan
tergugu sendirian memperjuangkan impian yang harus dittupi dengan senyum berseri
agar semua orang yang menyayangi kita tak ikut nyeri melihat luka kita yg ngeri
bukankah hidup tak akan sempurna kalau tak ada luka ?
dan yakinilah bahagia adalah muara tiap luka dan kehidupan
Bukit memang tak pernah mengucapkan perasaannya pada sang awan
namun ia sellalu mengumbar cinta tulusnya dalam tiap bait doa d tiap helaan nafasnya
waktu menjadikan cinta itu cinta yg tulus dan lebih sejati
sejatinya bukit mencintai sang awan hanya karena cinta yang tulus
bukan karena ingin menjadi kekasihnya
kalaupun ujungnya mereka akan bersama, itu adalah barokahNya yang tak terkira indahnya :)

No comments:

Post a Comment