Jika memang
pergi ialah mencipta bahagia untuknya, lantas bisakah memohon padanya agar
tetap tinggal ? derai air mata deras menderu, perihal betapa hati tak bisa lagi
menyembunyikan inginnya untuk menahanmu. Namun, kau tetap ingin pergi. Melepaskan,
menepikan, menghampakan segala rupa-rupa rasa yang telah terbangun bersama. Menolak
menjaganya menyisakan goresan luka.
Pergilah....
Kau sangat
berhak untuk bahagia dengan mendapatkan yang terbaik dari semesta ini. Tak kan
sampai hati nurani memaksamu untuk menetap sekali lagi disini. Ikatan itu sudah
tak ada maknanya lagi saat kau memutuskan beranjak pergi. Dengan segenap upaya
dalam detik-detik akhir nurani bersikeras masih ingin menggenggammu.
Namun apalah
dayanya, semilyar alasan terindah sekalipun tak akan mampu membuat hatimu
kembali, sebab ikrar pergi sudah kau dengungkan dan lakukan saat itu.
Hancur...
Segala impian
dan keinginan yang telah tersusun manis dengan berjanjikan masa depan bersama,
semuanya pupus. Kau benar-benar melepaskan nurani, tak berpaling saat beranjak
pergi. Sedangkan nurani sedang menguatkan diri kala menatapmu pergi. Memperbaiki
apa yang dihancurkan luka.
Ia beku
dan juga kelu, semuanya terasa menyesakkan dalam sekejap saja. Bukan ia tak
ingin mengejarmu, saat kau tak lagi memalingkan muka padanya rasa sakit dari
segala janji masa depan meyergapnya. Menghantam dan menghunus pedang yang
mematahkan nan menyakitkan.
Sakit...
Pesakitan
yang dirasakan olehnya menyerbunya, mematahkan langkahnya yang ingin
mengejarmu, merengkuhmu kembali. Namun, ia memilih diam dan menghindarimu. Nurani
tak ingin kau merasakan hal yang sama, cukup ia yang terluka dan kau harus
selalu bahagia. Sangat ingin ia kembali padamu, pada sisa-sisa kekuatannya ia
mengumpulkan untuk bisa mengejarmu.
Jauh...
Kau sudah
berlari cukup jauh darinya, tak lagi terengkuh. Dengan tertatih pedih menyeret
langkahnya untuk mengejarmu. Detik berikutnya ia tau,kau pantas untuk bahagia
dengan yang lainnya bukan pada hati yang sanggup membuatmu tak pergi.
Cinta...
Tak usah
kau tanya lagi arti kata ataupun pembuktian dari kata itu. Melepasmu adalah
bukti nyata bahwa cinta sejati itu ada. Ia rela terluka untuk melihat kau
bahagia dengan duniamu, walaupun artinya itu harus mematahkan dirinya
berkali-kali. Bahkan ketika kau pergi tanpa sebuah alasan kejelasan dan berjuta
kali nurani semacam tak berhak mendapatkan sebuah alasan darimu, nurani
senantiasa berdoa untuk bahagiamu, ia mencintaimu...
Kembali...
Untukmu,
hati itu selalu membukanya..
Menunggumu
untuk pulang..
No comments:
Post a Comment