Saturday, 18 June 2016

Perasaan yang memilih tetap ada..



Jika memang pergi ialah mencipta bahagia untuknya, lantas bisakah memohon padanya agar tetap tinggal ? derai air mata deras menderu, perihal betapa hati tak bisa lagi menyembunyikan inginnya untuk menahanmu. Namun, kau tetap ingin pergi. Melepaskan, menepikan, menghampakan segala rupa-rupa rasa yang telah terbangun bersama. Menolak menjaganya menyisakan goresan luka.
Pergilah....
Kau sangat berhak untuk bahagia dengan mendapatkan yang terbaik dari semesta ini. Tak kan sampai hati nurani memaksamu untuk menetap sekali lagi disini. Ikatan itu sudah tak ada maknanya lagi saat kau memutuskan beranjak pergi. Dengan segenap upaya dalam detik-detik akhir nurani bersikeras masih ingin menggenggammu.
Namun apalah dayanya, semilyar alasan terindah sekalipun tak akan mampu membuat hatimu kembali, sebab ikrar pergi sudah kau dengungkan dan lakukan saat itu.
Hancur...
Segala impian dan keinginan yang telah tersusun manis dengan berjanjikan masa depan bersama, semuanya pupus. Kau benar-benar melepaskan nurani, tak berpaling saat beranjak pergi. Sedangkan nurani sedang menguatkan diri kala menatapmu pergi. Memperbaiki apa yang dihancurkan luka.
Ia beku dan juga kelu, semuanya terasa menyesakkan dalam sekejap saja. Bukan ia tak ingin mengejarmu, saat kau tak lagi memalingkan muka padanya rasa sakit dari segala janji masa depan meyergapnya. Menghantam dan menghunus pedang yang mematahkan nan menyakitkan.
Sakit...
Pesakitan yang dirasakan olehnya menyerbunya, mematahkan langkahnya yang ingin mengejarmu, merengkuhmu kembali. Namun, ia memilih diam dan menghindarimu. Nurani tak ingin kau merasakan hal yang sama, cukup ia yang terluka dan kau harus selalu bahagia. Sangat ingin ia kembali padamu, pada sisa-sisa kekuatannya ia mengumpulkan untuk bisa mengejarmu.
Jauh...
Kau sudah berlari cukup jauh darinya, tak lagi terengkuh. Dengan tertatih pedih menyeret langkahnya untuk mengejarmu. Detik berikutnya ia tau,kau pantas untuk bahagia dengan yang lainnya bukan pada hati yang sanggup membuatmu tak pergi.
Cinta...
Tak usah kau tanya lagi arti kata ataupun pembuktian dari kata itu. Melepasmu adalah bukti nyata bahwa cinta sejati itu ada. Ia rela terluka untuk melihat kau bahagia dengan duniamu, walaupun artinya itu harus mematahkan dirinya berkali-kali. Bahkan ketika kau pergi tanpa sebuah alasan kejelasan dan berjuta kali nurani semacam tak berhak mendapatkan sebuah alasan darimu, nurani senantiasa berdoa untuk bahagiamu, ia mencintaimu...
Kembali...
Untukmu, hati itu selalu membukanya..
Menunggumu untuk pulang..

No comments:

Post a Comment