Wednesday, 1 June 2016

Perempuan

Perempuan....
pada kedalaman tawa ia menyimpan kerapatan kesakitan
ketulusan dan keikhlasan yang seringkali hanya dianggap mainan
tak lebih dipandang sebagai pengiba...
Perempuan...
darinya apa yang kau harapkan ?
diawal kau memperjuangkan ia begitu mendalam
menyelam, merebut hati dan jiwanya
Perempuan...
hanya berharap hal sederhana dan klasik
bualan dan impian menurut kaummu...
Setelah kau mendapatkan hatinya, haruskah kau berlalu begitu saja ?
tak berhakkah perempuan mendapatkan alasan atas sebuah kepergian ?
setelah ia,melepaskan menjatuhkan hati nurani hanya untukmu, kau berlalu ?
hanya pada malam berbagi pahit dan getirnya sebuah tangisan sebab kepergian..
dipersalahkan dengan hal-hal yang ia sendiri tak memahami...
Perempuan ...
apakah bagimu ia hanya kelinci percobaan ?
sebuah uji coba atas seberapa tangguh dan kuat tekad serta keyakinanmu ?
setelah tau kau belum begitu kuat, kau meninggalkannya...
setelah sebelumnya kau memberikan harapan dan impian tentang masa depan...
tak tau kah kau  ? kau sedang bermain dalam hidup seseorang
dan bahkan Tuhan pun tak pernah membuat takdir hambaNya hanya untuk kekonyolan semata..
Perempuan...
 selalu menahan terus berjalan padahal ia sedang menggenggam bara luka pada hatinya...
panas, kebas terus saja ia berjalan tanpa batas...
dan kau, tidur nyenyak dan begitu mudahnya merenda kisah lain...
sedikit saja berikan alasan..
setiap kepergian selalu memberikan luka, namun itu juga siksa ketika kau pergi tanpa sebab...
mematahkan membunuh apa yang sudah tumbuh...
Perempuan...
mendambakan ketulusan dan kepastian...
begitu sulitkah kau berikan ?
ia menunggumu, bertahan mencintaimu mengalunkan doa tulus untukmu
tak peduli kau tahu ataupun tidak, ia akan selalu begitu...
memberikan apa yang ia bisa untuk sebuah kebersamaan denganmu...
hanya itu yang ia harapkan...
pahamilah, itu menyakitkan...
jaga perempuanmu, saat ia menangis kesakitan
perempuanmu yang kuat hanya akan membagi air matanya untuknya dan Tuhan...
bukan ia tak percaya padamu sebab ia teramat mencintaimu
bahkan ia ingin melindungimu dari segala bentuk luka
lukanya akan menjadi lukamu, sebab itu ia membisu...
Mengertilah...
Maknailah...


Dan aku adalah perempuan yang menyimpan genangan air mata yang luruh saat hujan datang...

No comments:

Post a Comment