sejumput mendung mengungkung hati sang gunung...
membuatnya terdiam, merenung dan murung...
hatinya sayu dan tergugu,melihat sang sahabat pergi meretas ke alam bebas...
ia ikhlas untuk melepas walaupun disertai wajah pias...
melihat keadaan sang gunung, hilanglah rona bahagia si kelinci kecil..
kesedihan dan kepahitan yang dicecap sang gunung, sungguhlah dia ikut merasakan..
rasa sakit dan sembilu pilu ikut menusuk kalbu...
kala si kelinci kecil hanya bisa terdiam dan tak bisa berbuat banyak untuk sang gunung...
namun, doa si kelinci kecil tak pernah putus ataupun pupus untuk sang gunung...
"Tuhan, takdirkan aku untuk slalu ada didekatnya...
setidaknya beritahu dia kalau aku akan tetap dan selalu disini untuknya...
tak kan beranjak walau takdir tak memihak..." kata si kelinci kecil dalam hati.
pada saat seperti inilah kau akan merasa menjadi orang paling tak berguna,
saat dia yang sangat berarti untukmu hatinya tertusuk sembilu pilu,
kau tak tau apa yang harus kau lakukan...
memberinya ketenangan dalam kesendirian ataukah pergi kesana dan duduk disampingnya...
si kelinci kecil benar-benar tak tau apa yang harus dilakukannya...
tetiba sang gunung datang menghampiri si kelinci kecil...
hatinya menggerakkannya untuk menemui dan berbagi pada si kelinci...
"Kelinci... biarkan aku menangis untuk pagi ini"... bisik sang gunung
"tak mengapa, aku akan tetap dan selalu menunggu rekahan senyummu disini" jawab si kelinci kecil
terkadang kesedihan membutuhkan ruang untuk menyendiri...
pada saat yang tepat hati akan berbagi tentang apa yang dia hayati dan luka yang terperi...
dan yang melegakan, hati yang kau ajak berbagi selalu kembali saat kau sedang ingini...
dan ia tak akan pernah pergi walau sesenti walaupun seringkali kau ingkari...
No comments:
Post a Comment